Sebuah studi menyediakan tabel konsumsi energi per unit untuk berbagai moda transportasi . Data ini penting karena menunjukkan berapa banyak energi yang dikonsumsi untuk memindahkan satu unit (kemungkinan per penumpang atau per ton barang) dalam jarak tertentu. Perlu dicatat bahwa satuan konsumsinya berbeda-beda, mencerminkan perbedaan jenis energi yang digunakan (bensin, solar, listrik).
| Moda Transportasi | Jenis Bahan Bakar | Konsumsi Energi per Unit |
|---|---|---|
| Mobil Pribadi | Bensin | 0,076 L |
| Mobil Pribadi | Solar | 0,060 L |
| Lokomotif Diesel | Solar | 26,4 kg |
| Lokomotif Listrik | Listrik | 107,9 kWh |
| Transportasi Perkotaan (Bus) | Bensin/Solar | 40 L |
| Transportasi Perkotaan (Kereta Rel) | Listrik | 240 kWh |
Data di atas tidak bisa langsung dibandingkan angka mentahnya karena perbedaan satuan (Liter vs kg vs kWh). Namun, data ini mengindikasikan bahwa moda transportasi rel, meskipun mengkonsumsi energi dalam jumlah besar secara total, dirancang untuk mengangkut muatan (penumpang atau barang) dalam jumlah yang sangat besar pula. Sebagai contoh, sebuah lokomotif diesel mengkonsumsi 26,4 kg solar, tetapi ia mampu menarik puluhan gerbong yang sarat muatan.
Perbandingan Emisi Karbon per Penumpang per Kilometer
Indikator yang lebih adil untuk membandingkan efisiensi adalah dengan melihat emisi karbon per penumpang per kilometer (gCO2eq pkm−1) . Metrik ini menghitung total emisi yang dihasilkan untuk setiap penumpang yang diangkut sejauh satu kilometer, sehingga faktor kapasitas angkut menjadi bagian dari perhitungan.
Data dari studi lain menunjukkan perbandingan yang sangat signifikan :
-
Mobil Penumpang: Menghasilkan sekitar 109,2 gCO2eq pkm−1.
-
Bus: Menghasilkan sekitar 63,2 gCO2eq pkm−1.
-
Kereta Api: Hanya menghasilkan sekitar 5,6 gCO2eq pkm−1.
Dari data ini, terlihat bahwa kereta api jauh lebih irit dan ramah lingkungan jika dihitung per penumpang per kilometer. Emisi yang dihasilkan kereta api hanyalah sekitar 5% dari emisi mobil penumpang.
Mengapa Kereta Api Jauh Lebih Irit?
Efisiensi kereta api yang luar biasa ini disebabkan oleh beberapa faktor, yang juga menjawab secara tidak langsung pertanyaan tentang kubikasi mesin:
-
Efisiensi Skala (Economies of Scale): Mesin kereta api, meskipun memiliki kubikasi mesin yang sangat besar (mungkin ribuan kali lipat mobil), dirancang untuk menghasilkan tenaga yang mampu menggerakkan massa yang sangat besar. Ketika energi dari mesin raksasa ini didistribusikan ke ratusan penumpang atau puluhan ton barang, konsumsi energi per unit menjadi sangat kecil.
-
Redesain untuk Efisiensi: Sebuah studi menunjukkan bahwa emisi dari pembuatan kendaraan (vehicle manufacturing) untuk kereta api hanya sekitar 3,03 gCO2eq pkm−1, jauh lebih rendah dibanding mobil penumpang yang mencapai 10,12 gCO2eq pkm−1 . Ini menunjukkan bahwa seluruh siklus hidup kereta api dirancang untuk efisiensi tinggi.
-
Sumber Energi: Banyak kereta api, terutama di perkotaan, menggunakan tenaga listrik. Pembangkit listrik dapat mengkonversi energi primer (batu bara, gas, air, nuklir) menjadi tenaga gerak dengan efisiensi yang lebih baik dibandingkan mesin pembakaran internal ribuan mobil yang beroperasi secara individual.
-
Gesekan yang Lebih Rendah: Kontak antara roda kereta api yang terbuat dari baja dengan rel baja menghasilkan gesekan gulir (rolling resistance) yang jauh lebih rendah dibandingkan ban karet mobil di atas aspal.
Kesimpulan
Meskipun data langsung mengenai kubikasi mesin (cc) tidak ditemukan, analisis perbandingan efisiensi antara kereta api dan mobil komersial dapat disimpulkan sebagai berikut:
-
Tidak Relevan Membandingkan Langsung: Membandingkan efisiensi berdasarkan kubikasi mesin saja adalah tidak tepat. Mobil dan kereta api memiliki fungsi dan skala yang sangat berbeda.
-
Kereta Api Jauh Lebih Irit: Berdasarkan data emisi per penumpang per kilometer, kereta api sekitar 20 kali lebih irit daripada mobil penumpang. Kereta api mengkonsumsi energi jauh lebih sedikit untuk mengangkut satu orang sejauh satu kilometer.
-
Efisiensi Skala adalah Kuncinya: Keunggulan kereta api terletak pada kemampuannya untuk mengangkut banyak penumpang atau barang dalam satu rangkaian, sehingga “membagi” konsumsi bahan bakar mesin yang besar ke sangat banyak unit muatan.
Dengan kata lain, meskipun mesin kereta api memiliki kubikasi yang jauh lebih besar, ia adalah moda transportasi darat yang paling efisien untuk mengangkut banyak orang atau barang dalam satu waktu.
