Skip to content
Pusat Layanan Sumber Daya dan Kesejahteraan
PUSLASKA
Call Support 0811-6013-888
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • Beranda
  • Tentang
    • Visi & Misi
    • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Dan Staff
  • Berita
  • Kerjasama
  • Layanan & Informasi
    • Aplikasi Layanan
      • Aplikai UMA
        • Sikuma
        • Direktori Dosen
        • Direktori Tenaga Pendidik
      • Aplikasi Kemdikbud/Dikti
        • Sister
        • PDDIKTI
    • Arsip Digital
      • Dokumen Dosen
      • Dokumen Tendik
      • Artikel
    • Helpdesk
  • id ID
    • en EN
    • id ID

Mengurai Benang Kusut Pemborosan Energi Nasional

Home > Artikel > Mengurai Benang Kusut Pemborosan Energi Nasional

Mengurai Benang Kusut Pemborosan Energi Nasional

Posted on April 23, 2026April 23, 2026 by ishaq
0

Di tengah hiruk-pikuk wacana efisiensi anggaran negara dan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), sering kali perhatian publik tertuju pada angka subsidi yang membengkak atau perilaku konsumsi masyarakat. Namun, sebuah mata rantai penting yang kerap luput dari diskusi adalah infrastruktur jalan yang rusak. Lebih dari sekadar masalah kenyamanan berkendara, kondisi jalan yang buruk memiliki hubungan kausal yang erat dan signifikan terhadap besarnya beban subsidi BBM yang ditanggung negara setiap tahunnya.

1. Mekanisme Pemborosan

Secara fundamental, kendaraan bermotor dirancang untuk melaju pada permukaan yang rata dan stabil. Ketika kendaraan dipaksa melintasi jalan rusak, berlubang, atau bergelombang, hukum fisika dasar pun bekerja: hambatan (resistensi) meningkat.

Penelitian di bidang teknik sipil mengonfirmasi bahwa konsumsi BBM tidak hanya dipengaruhi oleh volume lalu lintas, tetapi juga oleh kondisi geometrik dan permukaan jalan. Sebuah studi terhadap lalu lintas terganggu di Lombok Barat menunjukkan bahwa kondisi arus tidak stabil akibat gangguan jalan menyebabkan konsumsi BBM lebih tinggi dibandingkan kondisi stabil . Dalam konteks jalan rusak, kendaraan harus terus-menerus melakukan akselerasi dan deselerasi.

Lebih spesifik lagi, analisis di sektor pertambangan menunjukkan bahwa setiap kenaikan kemiringan (grade) jalan sebesar 1% dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar secara signifikan, belum lagi kondisi permukaan yang buruk memperparah efisiensi hingga puluhan persen . Pada kendaraan penumpang, ketidakrataan jalan menyebabkan “hambatan gulir” (rolling resistance). Saat ban harus bekerja ekstra melewati lubang atau aspal bergelombang, mesin memerlukan lebih banyak energi—yang berarti lebih banyak BBM—untuk mempertahankan kecepatan yang sama .

2. Kemacetan

Kerusakan jalan jarang berdiri sendiri sebagai entitas tunggal. Kerusakan di satu titik seringkali menjadi “bottleneck” yang memicu kemacetan panjang. Kemacetan inilah yang kemudian menjadi “mesin pemboros” BBM paling efisien.

Mekanisme stop-and-go dalam kemacetan memaksa mesin bekerja paling tidak efisien. Saat kendaraan berhenti (idling), mesin tetap mengonsumsi BBM tanpa menghasilkan jarak tempuh. Saat melaju lagi dari posisi diam, mesin membutuhkan “ledakan” energi ekstra untuk mengatasi inersia . Data kuantitatif dari penelitian di Kota Makassar menunjukkan kerugian ekonomi akibat pemborosan BBM karena kemacetan mencapai Rp 5,74 miliar per tahun hanya untuk satu kota, dengan pemborosan per mobil mencapai Rp 10.143 setiap kali terjebak macet dibandingkan kondisi normal .

Di ruas Jalan Prof. Dr. Hamka, Padang, bahkan ditemukan korelasi kuat antara tingkat kepadatan (derajat kejenuhan) dan pemborosan BBM. Pada titik puncak kemacetan (derajat kejenuhan 1,34), pemborosan BBM melonjak hingga 357,56 liter per kilometer . Artinya, jika pemerintah membiarkan jalan rusak yang memicu kemacetan, secara tidak langsung mereka membakar uang subsidi di atas aspal.

3. Skala Nasional

Meskipun data agregat nasional yang secara spesifik memisahkan “pemborosan akibat jalan rusak” dari total konsumsi BBM sulit ditemukan, kita dapat menghitung potensi pemborosan berdasarkan data kerusakan jalan.

Berdasarkan Statistik Transportasi Darat 2021, dari total 546.116 km jalan di Indonesia, sekitar 31,91% atau 174.298 km dalam kondisi rusak . Ini termasuk jalan nasional, provinsi, dan kabupaten. Jika puluhan ribu kilometer jalan dalam kondisi tidak prima, maka setiap kendaraan yang melintas setiap harinya membakar BBM secara tidak efisien.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Ciplis Gema Qoriah, menegaskan bahwa infrastruktur yang buruk adalah sumber pemborosan energi. Konsumsi BBM untuk mobilitas bisa mencapai 3 hingga 12 liter per rumah tangga per hari, dan angka ini membengkak signifikan ketika infrastruktur tidak mendukung . Dalam skala makro, pemborosan ini secara langsung menambah volume konsumsi BBM nasional. Karena subsidi dihitung berdasarkan selisih harga keekonomian dan harga jual dikalikan volume, maka semakin besar volume konsumsi akibat inefisiensi, semakin besar pula beban subsidi yang harus ditanggung APBN.

4. Ironi Kebijakan

Terdapat ironi dalam pengelolaan fiskal transportasi saat ini. Pemerintah menggelontorkan ratusan triliun rupiah untuk subsidi BBM agar masyarakat mampu membeli energi. Namun, sebagian dari subsidi tersebut “terbuang sia-sia” karena infrastruktur yang buruk memaksa masyarakat menggunakan lebih banyak BBM dari yang seharusnya.

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran), Deddy Herlambang, mengkritik bahwa subsidi BBM justru membuat masyarakat “ketagihan” menggunakan kendaraan pribadi, yang pada akhirnya memperparah kemacetan dan konsumsi BBM . Namun, pandangan ini perlu dilengkapi: di sisi lain, ketika jalan rusak, kendaraan pribadi maupun logistik (truk) membutuhkan BBM lebih banyak. Ini adalah lingkaran setan inefisiensi.

5. Solusi

Jika pemerintah ingin serius menekan beban subsidi BBM tanpa harus selalu menaikkan harga energi di tingkat konsumen, perbaikan jalan adalah salah satu jawabannya.

Perbaikan infrastruktur jalan dapat menurunkan konsumsi BBM secara langsung. Studi menunjukkan bahwa perbaikan kualitas jalan dapat meningkatkan efisiensi fuel ratio hingga lebih dari 40% pada kendaraan berat . Untuk kendaraan ringan, pengurangan hambatan gulir melalui aspal mulus akan berdampak langsung pada penghematan liter per kilometer.

Ciplis Gema Qoriah menyarankan bahwa pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada penghematan energi di sektor rumah tangga, tetapi serius membenahi infrastruktur. “Semakin tidak bagus jalan, semakin banyak energi yang dikeluarkan, dan itu berbiaya,” tegasnya . Anggaran yang selama ini “terbakar” karena ketidakefisienan akibat jalan rusak, jika dialihkan untuk perbaikan jalan, akan menciptakan efek ganda: mengurangi konsumsi BBM sekaligus menurunkan beban subsidi di masa depan.

Pengaruh jalan rusak terhadap beban subsidi BBM sangatlah besar dan bersifat sistemik. Jalan rusak menciptakan peningkatan konsumsi BBM secara teknis (hambatan gulir dan stop-and-go) serta peningkatan volume konsumsi secara makro (kemacetan dan waktu tempuh lebih lama). Akibatnya, volume BBM bersubsidi yang dikonsumsi nasional menjadi lebih tinggi dari kebutuhan idealnya, memaksa pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi yang lebih besar.

INSTAGRAM

puslaska_uma

#HALLKAMPUSUMA Informasi Hall UMA : - 0812-6354-16 #HALLKAMPUSUMA
Informasi Hall UMA :
- 0812-6354-160
- 0852-9777-8634
.

Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara w @download_repost_pro
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Tahun 2026, sesuai PERMENDIKTISAINTEK NO. 39/M/KEP/2026.

Acara ini berlangsung di Conference Room Prof. Dr. H. A. Ya'kub Matondang M.A Gedung Biro Rektor Lt. 3 pada tanggal 12 Mei 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Medan Area - Bapak Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc. beserta Para Wakil Rektor; Ka. BARAKA - Bapak Sulhana Perdana Putra Lubis, SE. Hadir pula Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara - Bapak Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D. Dan sebagai pemateri pada kegiatan ini, Ibu Vina Winda Sari, S.E., M.Ak. selaku Analis SDM Aparatur Ahli Muda LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara beserta tim dan jajarannya.

Informasi Lengkap Kunjungi :
➖➖➖➖➖➖➖➖
https://puslaska.uma.ac.id/
➖➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811-6013-888
.
#umabestari #universitasmedanarea #ptssehat #ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan kampusmedan kampusfavorite kampusterbaik umasehat umabestari universitasmedanarea ptssehat tekniksipil teknikelektro teknikmesin arsitektur teknikindustri teknikinformatika manajemen akuntansi psikologi hukum ilmukomunikasi administrasipublik studikepemerintahan agroteknologi agribisnis biologi pascasarjana ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan
#UNSDSNUMA UMA officially a member of UN Sustainab #UNSDSNUMA
UMA officially a member of UN Sustainable Development Solutions Network (SDSN) dan bergabung dgn 2100 universitas di dunia.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara KampusUnggul
#RANGKING Alhamdulillah Universitas Medan Area mer #RANGKING
Alhamdulillah Universitas Medan Area meraih peringkat # 1 PTS pada Webometrics Rangking of Universities Januari 2026.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara KampusUnggul
Follow on Instagram

ALAMAT


Berita Lainnya

  • Bahan Bakar Ramah Lingkungan dan Ancaman Baru bagi Kualitas Udara
  • Bahan Bakar Ramah Lingkungan dan Ancaman Baru bagi Kualitas Udara
  • Mengungkap Misteri “Anti Petir” Pada Gedung Pencakar Langir
  • Penyebab Terjadinya Angin Kencang pada Dataran Rendah
  • 5 Dampak Baik untuk Masa Depan Dengan Mengajak Anak Usia 2 Tahun Bercakap-cakap

Kategori

  • Artikel
  • Berita
  • KERJASAMA
  • PENGUMUMAN
  • Slider
  • Uncategorized
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168, Call Center : 0811-6013-888
Email : [email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994. Call Center : 0811-6013-888
Email: [email protected]
©PUSLASKA 2026- Universitas Medan Area