Skip to content
Pusat Layanan Sumber Daya dan Kesejahteraan
PUSLASKA
Call Support 0811-6013-888
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • Beranda
  • Tentang
    • Visi & Misi
    • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Dan Staff
  • Berita
  • Kerjasama
  • Layanan & Informasi
    • Aplikasi Layanan
      • Aplikai UMA
        • Sikuma
        • Direktori Dosen
        • Direktori Tenaga Pendidik
      • Aplikasi Kemdikbud/Dikti
        • Sister
        • PDDIKTI
    • Arsip Digital
      • Dokumen Dosen
      • Dokumen Tendik
      • Artikel
    • Helpdesk
  • id ID
    • en EN
    • id ID

Mengupas Bahan Bakar Padat di Balik Ledakan Petasan

Home > Artikel > Mengupas Bahan Bakar Padat di Balik Ledakan Petasan

Mengupas Bahan Bakar Padat di Balik Ledakan Petasan

Posted on Maret 2, 2026Maret 2, 2026 by ishaq
0

Petasan, peledak ringan yang akrab dengan berbagai perayaan di Indonesia, menyimpan komposisi kimia di dalamnya. Suara ledakan khas yang dihasilkan bukan sekadar tekanan, melainkan reaksi kimia cepat dari bahan bakar padat yang menjadi komponen utamanya. Artikel ini akan membahas secara mendalam bahan-bahan padat tersebut, komposisinya, serta risiko yang menyertainya.

Komposisi Utama Bahan Bakar Padat Petasan

Bahan bakar padat yang digunakan dalam petasan pada dasarnya adalah bubuk mesiu (juga dikenal sebagai black powder). Bubuk ini merupakan campuran sederhana namun reaktif dari tiga komponen utama :

  1. Oksidator (Kalium Nitrat): Berfungsi sebagai sumber oksigen yang diperlukan untuk proses pembakaran. Dengan adanya oksidator, petasan dapat meledak meskipun dalam ruang tertutup tanpa pasokan oksigen dari luar. Senyawa yang paling umum digunakan adalah kalium nitrat (KNO₃) . Dalam beberapa formula, kalium perklorat (KClO₄) juga digunakan karena sifatnya yang lebih reaktif, meskipun lebih tidak stabil .

  2. Bahan Bakar (Arang/Karbon): Berperan sebagai “makanan” bagi api. Bahan bakar yang paling tradisional dan umum adalah arang kayu (charcoal) . Karbon dalam arang akan bereaksi dengan oksigen yang dilepaskan oleh oksidator, menghasilkan energi panas yang sangat besar . Dalam beberapa formulasi modern, gula atau serbuk logam seperti aluminium juga dapat ditambahkan untuk meningkatkan intensitas ledakan atau menghasilkan efek kilatan cahaya .

  3. Peredam Reaksi (Belerang/Sulfur): Unsur ketiga ini adalah belerang (sulfur). Fungsinya adalah untuk memoderasi atau mengatur kecepatan reaksi kimia. Belerang memastikan bahwa reaksi pembakaran berlangsung pada kecepatan yang tepat—cepat untuk menghasilkan ledakan, tetapi tidak terlalu cepat sehingga petasan meledak secara tiba-tiba di luar kendali . Belerang juga menstabilkan campuran dan membantu proses penyalaan .

Proporsi Campuran dan Komposisi Lainnya

Komposisi klasik bubuk mesiu untuk petasan memiliki perbandingan yang cukup standar. Sebuah sumber menyebutkan bahwa campuran ideal terdiri dari 75% kalium nitrat, 15% arang, dan 10% belerang .

Namun, seiring waktu, berbagai variasi komposisi dikembangkan untuk menghasilkan efek suara atau ledakan yang berbeda. Sebagai contoh, formula petasan yang dipatenkan dapat mencakup bahan tambahan seperti:

  • Serbuk Aluminium atau Magnalium: Ditambahkan untuk menghasilkan kilatan cahaya putih terang saat meledak .

  • Katup Titanium: Menghasilkan percikan api yang lebih terang dan tahan lama .

  • Dekstrin: Berfungsi sebagai perekat (binder) untuk mengikat butiran-butiran bubuk mesiu agar tetap padat .

Prinsip Kerja dan Bahaya yang Mengintai

Ledakan petasan adalah contoh sempurna dari reaksi kimia eksotermik yang sangat cepat. Saat sumbu dibakar, panas memicu atom karbon (dari arang) untuk bereaksi dengan oksigen (dari kalium nitrat). Reaksi ini melepaskan energi dalam jumlah besar secara instan dan menghasilkan gas-gas seperti nitrogen dan karbon dioksida . Karena gas terperangkap dalam bungkus kertas yang rapat, tekanannya terus membesar hingga meledakkan bungkus tersebut, menciptakan suara keras.

Bahaya utama dari bahan-bahan ini adalah ketidakstabilannya. Campuran kalium nitrat, arang, dan belerang adalah bahan peledak. Benturan, gesekan, atau panas yang berlebihan dapat memicu reaksi di luar waktu yang direncanakan. Dalam skala besar, seperti di pabrik-pabrik rumahan, proses pencampuran atau penyimpanan yang tidak aman dapat berakibat fatal. Ledakan hebat di sejumlah pabrik petasan di Indonesia sering kali disebabkan oleh akumulasi bahan kimia yang mudah terbakar dan teroksidasi, yang ketika tersulut api, bereaksi secara berantai dengan daya ledak dahsyat .

Regulasi dan Kesimpulan

Mengingat kandungan bahannya yang merupakan bahan peledak, pembuatan, penjualan, dan penyimpanan petasan telah lama diatur dan bahkan dilarang di Indonesia. Aturan ini sudah ada sejak zaman Belanda dan diperkuat dengan UU Darurat No. 12 Tahun 1951 yang mengancam pembuat petasan dengan hukuman penjara hingga belasan tahun . Pelarangan ini didasari oleh tingginya risiko kecelakaan, seperti ledakan di pemukiman, luka bakar, hingga kebakaran yang dapat merenggut nyawa .

Sebagai kesimpulan, bahan bakar padat dalam petasan adalah bubuk mesiu, sebuah campuran sederhana namun sangat reaktif antara kalium nitrat (oksidator), arang (bahan bakar), dan belerang (peredam). Kombinasi inilah yang menciptakan ledakan khas yang kita kenal, sekaligus menyimpan potensi bahaya besar jika tidak ditangani dengan pemahaman dan kewaspadaan tinggi.

INSTAGRAM

puslaska_uma

#HALLKAMPUSUMA Informasi Hall UMA : - 0812-6354-16 #HALLKAMPUSUMA
Informasi Hall UMA :
- 0812-6354-160
- 0852-9777-8634
.

Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara w @download_repost_pro
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Tahun 2026, sesuai PERMENDIKTISAINTEK NO. 39/M/KEP/2026.

Acara ini berlangsung di Conference Room Prof. Dr. H. A. Ya'kub Matondang M.A Gedung Biro Rektor Lt. 3 pada tanggal 12 Mei 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Medan Area - Bapak Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc. beserta Para Wakil Rektor; Ka. BARAKA - Bapak Sulhana Perdana Putra Lubis, SE. Hadir pula Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara - Bapak Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D. Dan sebagai pemateri pada kegiatan ini, Ibu Vina Winda Sari, S.E., M.Ak. selaku Analis SDM Aparatur Ahli Muda LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara beserta tim dan jajarannya.

Informasi Lengkap Kunjungi :
➖➖➖➖➖➖➖➖
https://puslaska.uma.ac.id/
➖➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811-6013-888
.
#umabestari #universitasmedanarea #ptssehat #ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan kampusmedan kampusfavorite kampusterbaik umasehat umabestari universitasmedanarea ptssehat tekniksipil teknikelektro teknikmesin arsitektur teknikindustri teknikinformatika manajemen akuntansi psikologi hukum ilmukomunikasi administrasipublik studikepemerintahan agroteknologi agribisnis biologi pascasarjana ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan
#UNSDSNUMA UMA officially a member of UN Sustainab #UNSDSNUMA
UMA officially a member of UN Sustainable Development Solutions Network (SDSN) dan bergabung dgn 2100 universitas di dunia.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara KampusUnggul
#RANGKING Alhamdulillah Universitas Medan Area mer #RANGKING
Alhamdulillah Universitas Medan Area meraih peringkat # 1 PTS pada Webometrics Rangking of Universities Januari 2026.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara KampusUnggul
Follow on Instagram

ALAMAT


Berita Lainnya

  • Bahan Bakar Ramah Lingkungan dan Ancaman Baru bagi Kualitas Udara
  • Bahan Bakar Ramah Lingkungan dan Ancaman Baru bagi Kualitas Udara
  • Mengungkap Misteri “Anti Petir” Pada Gedung Pencakar Langir
  • Penyebab Terjadinya Angin Kencang pada Dataran Rendah
  • 5 Dampak Baik untuk Masa Depan Dengan Mengajak Anak Usia 2 Tahun Bercakap-cakap

Kategori

  • Artikel
  • Berita
  • KERJASAMA
  • PENGUMUMAN
  • Slider
  • Uncategorized
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168, Call Center : 0811-6013-888
Email : [email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994. Call Center : 0811-6013-888
Email: [email protected]
©PUSLASKA 2026- Universitas Medan Area