Skip to content
Pusat Layanan Sumber Daya dan Kesejahteraan
PUSLASKA
Call Support 0811-6013-888
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • Beranda
  • Tentang
    • Visi & Misi
    • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Dan Staff
  • Berita
  • Kerjasama
  • Layanan & Informasi
    • Aplikasi Layanan
      • Aplikai UMA
        • Sikuma
        • Direktori Dosen
        • Direktori Tenaga Pendidik
      • Aplikasi Kemdikbud/Dikti
        • Sister
        • PDDIKTI
    • Arsip Digital
      • Dokumen Dosen
      • Dokumen Tendik
      • Artikel
    • Helpdesk
  • id ID
    • en EN
    • id ID

Fenomena Hujan Es Batu di Daerah Tropis

Home > Artikel > Fenomena Hujan Es Batu di Daerah Tropis

Fenomena Hujan Es Batu di Daerah Tropis

Posted on April 10, 2026April 10, 2026 by ishaq
0

Masyarakat Indonesia dan negara tropis lainnya akhir-akhir ini sering dikejutkan dengan fenomena alam berupa turunnya butiran es di tengah cuaca panas terik. Kejadian seperti yang dilaporkan di Desa Ciporang, Kuningan, Jawa Barat pada Maret 2026 atau berbagai wilayah di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi seringkali memicu pertanyaan besar: Bagaimana mungkin es bisa turun di negara tropis yang panas?

Banyak yang menganggap fenomena ini sebagai pertanda aneh atau bahkan mitos. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa hujan es atau hail adalah fenomena yang sangat ilmiah dan wajar terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, asalkan kondisi atmosfernya mendukung .

Berikut penjelasan lengkap mengenai proses terjadinya, karakteristik, hingga mitos seputar fenomena ini.

1. Biang Keladi di Balik Hujan Es

Sumber utama hujan es bukanlah suhu dingin di permukaan tanah, melainkan keberadaan Awan Cumulonimbus (Cb). Awan ini adalah jenis awan konvektif yang menjulang sangat tinggi, sering disebut sebagai “raja” awan karena dapat mencapai ketinggian hingga 15–18 kilometer di atmosfer .

Di ketinggian tersebut, suhu udara bisa mencapai di bawah nol derajat Celcius (minus). Berikut adalah proses terbentuknya hujan es yang dijelaskan secara sederhana:

  1. Pemanasan Intens (Updraft Kuat): Sinar matahari yang terik di siang hari menyebabkan udara panas dan lembab naik dengan cepat ke atas (disebut updraft). Di daerah tropis, dorongan ini sangat kuat karena pemanasan yang maksimal .

  2. Pembekuan di Puncak Awan: Uap air yang terbawa hingga ke puncak awan yang dingin berubah menjadi tetesan air yang sangat dingin (supercooled water). Ketika bertemu dengan partikel debu atau kristal es, tetesan ini langsung membeku membentuk inti es .

  3. Proses “Lapisan Bawang”: Inilah bagian paling krusial. Arus udara naik yang kencang terus menyemburkan air ke atas. Air tersebut menempel dan membeku di lapisan luar inti es. Butiran es itu lalu turun sedikit, namun terdorong naik lagi oleh arus udara lainnya. Proses naik-turun ini terjadi berulang kali, mirip seperti kita membentuk bola salju atau lapisan bawang, sehingga ukuran es semakin membesar .

  4. Jatuh ke Bumi: Ketika berat butiran es sudah terlalu besar dan kuat sehingga arus udara naik tidak sanggup menahannya, es tersebut pun jatuh ke permukaan bumi. Karena kecepatan jatuhnya tinggi dan ukurannya cukup besar, es tidak sempat mencair meskipun melewati lapisan udara hangat di dekat permukaan .

2. Mengapa Hujan Es Justru Sering Terjadi di Masa Pancaroba?

Meskipun Indonesia beriklim tropis, tidak semua hujan lebat menghasilkan es. Fenomena ini memiliki “musim” nya sendiri. BMKG menyebutkan bahwa hujan es paling potensial terjadi pada masa peralihan musim (pancaroba), yaitu antara musim kemarau dan musim hujan .

  • Labilitas Udara Tinggi: Pada masa ini, kondisi atmosfer cenderung labil. Udara panas dan lembab dari permukaan bertabrakan dengan udara dingin di lapisan atas, menciptakan energi konvektif yang besar (CAPE) untuk menumbuhkan awan Cb secara vertikal .

  • Waktu Terjadi: Biasanya terjadi pada siang hingga sore hari (antara pukul 10.00 hingga 16.00), saat pemanasan matahari sedang mencapai puncaknya .

3. Karakteristik Hujan Es di Tropis vs. Negara 4 Musim

Meskipun sama-sama hujan es, karakteristik di daerah tropis berbeda secara signifikan dengan di negara subtropis (seperti Amerika Serikat atau Eropa) .

Karakteristik Daerah Tropis (Indonesia) Negara Subtropis
Durasi Sangat singkat (5–15 menit) Bisa berlangsung lama (hingga 30 menit lebih)
Ukuran Es Umumnya kecil hingga sedang (seukuran es batu atau kelereng) Seringkali besar (seukuran bola golf atau telur ayam)
“Kawanan” Hampir selalu disertai hujan lebat, angin kencang, dan petir Bisa terjadi tanpa hujan lebat yang menyertai
Gejala Awal Udara panas terik -> Langit tiba-tiba gelap -> Angin dingin menyengat Suhu turun drastis, langit kehijauan (green sky)

4. Mitos vs. Fakta Ilmiah

Masyarakat sering menghubungkan hujan es dengan hal-hal mistis. Berikut klarifikasi ilmiahnya:

  • Mitos: Hujan es adalah pertanda kemarahan alam atau makhluk halus.

    • Fakta: Ini adalah proses fisika murni akibat Awan Cumulonimbus yang sangat tebal dan konveksi udara yang kuat .

  • Mitos: Hujan es hanya terjadi di daerah dingin.

    • Fakta: Wilayah tropis yang panas pun bisa mengalaminya karena proses pembentukan es terjadi di ketinggian atmosfer yang sangat dingin (bukan di permukaan tanah) .

  • Mitos: Hujan es menandakan pemanasan global yang parah.

    • Fakta: Lebih terkait dengan pemanasan lokal (pulau panas perkotaan/urban heat island) dan ketidakstabilan atmosfer musiman. Namun, beberapa penelitian menyebutkan pemanasan global dapat meningkatkan intensitas hujan es di masa depan .

5. Dampak dan Kewaspadaan

Meskipun singkat, hujan es dapat merusak karena kecepatan jatuhnya yang tinggi. Butiran es yang jatuh dapat merusak atap rumah (terutama genteng), kaca mobil, merontokkan buah/daun di perkebunan, serta membahayakan keselamatan pengendara atau orang yang berada di luar ruangan .

Tindakan Antisipasi:

Jika Anda melihat tanda-tanda langit tiba-tiba gelap, awan menjulang tinggi seperti kembang kol (Cb), dan terasa hembusan angin dingin yang kencang di siang hari yang sebelumnya terik:

  1. Segera cari perlindungan di dalam ruangan atau gedung yang kokoh.

  2. Hindari berlindung di bawah pohon besar karena risiko puting beliung dan petir menyertainya.

  3. Amankan kendaraan ke tempat teduh atau gunakan penutup mobil untuk menghindari kerusakan kaca dan bodi.

Hujan es di daerah tropis bukanlah “kiamat” atau “hal gaib”, melainkan bukti bahwa energi atmosfer di Indonesia sangat dahsyat. Ini adalah fenomena meteorologi yang normal terjadi pada musim pancaroba. Dengan memahami proses ilmiahnya, masyarakat diharapkan tidak panik, namun tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyertainya

INSTAGRAM

puslaska_uma

#HALLKAMPUSUMA Informasi Hall UMA : - 0812-6354-16 #HALLKAMPUSUMA
Informasi Hall UMA :
- 0812-6354-160
- 0852-9777-8634
.

Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara w @download_repost_pro
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Tahun 2026, sesuai PERMENDIKTISAINTEK NO. 39/M/KEP/2026.

Acara ini berlangsung di Conference Room Prof. Dr. H. A. Ya'kub Matondang M.A Gedung Biro Rektor Lt. 3 pada tanggal 12 Mei 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Medan Area - Bapak Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc. beserta Para Wakil Rektor; Ka. BARAKA - Bapak Sulhana Perdana Putra Lubis, SE. Hadir pula Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara - Bapak Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D. Dan sebagai pemateri pada kegiatan ini, Ibu Vina Winda Sari, S.E., M.Ak. selaku Analis SDM Aparatur Ahli Muda LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara beserta tim dan jajarannya.

Informasi Lengkap Kunjungi :
➖➖➖➖➖➖➖➖
https://puslaska.uma.ac.id/
➖➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811-6013-888
.
#umabestari #universitasmedanarea #ptssehat #ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan kampusmedan kampusfavorite kampusterbaik umasehat umabestari universitasmedanarea ptssehat tekniksipil teknikelektro teknikmesin arsitektur teknikindustri teknikinformatika manajemen akuntansi psikologi hukum ilmukomunikasi administrasipublik studikepemerintahan agroteknologi agribisnis biologi pascasarjana ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan
#UNSDSNUMA UMA officially a member of UN Sustainab #UNSDSNUMA
UMA officially a member of UN Sustainable Development Solutions Network (SDSN) dan bergabung dgn 2100 universitas di dunia.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara KampusUnggul
#RANGKING Alhamdulillah Universitas Medan Area mer #RANGKING
Alhamdulillah Universitas Medan Area meraih peringkat # 1 PTS pada Webometrics Rangking of Universities Januari 2026.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara KampusUnggul
Follow on Instagram

ALAMAT


Berita Lainnya

  • Bahan Bakar Ramah Lingkungan dan Ancaman Baru bagi Kualitas Udara
  • Bahan Bakar Ramah Lingkungan dan Ancaman Baru bagi Kualitas Udara
  • Mengungkap Misteri “Anti Petir” Pada Gedung Pencakar Langir
  • Penyebab Terjadinya Angin Kencang pada Dataran Rendah
  • 5 Dampak Baik untuk Masa Depan Dengan Mengajak Anak Usia 2 Tahun Bercakap-cakap

Kategori

  • Artikel
  • Berita
  • KERJASAMA
  • PENGUMUMAN
  • Slider
  • Uncategorized
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168, Call Center : 0811-6013-888
Email : [email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994. Call Center : 0811-6013-888
Email: [email protected]
©PUSLASKA 2026- Universitas Medan Area