Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat Universitas Medan Area (UMA) memperoleh pelatihan strategi belajar efektif guna meningkatkan capaian akademik dan kemampuan manajemen waktu secara optimal. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Belajar Efektif dalam Latihan Dasar Kepemimpinan pada GMKI Komisariat UMA.”
Ketua pelaksana PKM, Beltahmamero Simamora, S.IP, MPA—dosen Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMA—didampingi anggota tim PKM: Fauziah Rahman, S.Pd, M.Ak (dosen Akuntansi FEB UMA) dan Beby Suryani Fitri, SH, MH (dosen Fakultas Hukum UMA), menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan telah dilaksanakan pada 19–21 Maret 2025 di Gedung R.III.4 FISIP UMA, Kampus I Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate.

“Pelatihan ini menggunakan pendekatan klasikal, diskusi interaktif, tanya jawab, dan studi kasus. Tujuan utamanya adalah untuk memperluas wawasan mahasiswa dan mengasah kemampuan belajar secara efektif yang berdampak langsung pada peningkatan prestasi akademik dan non-akademik,” ujar Beltahmamero.
Ia menekankan bahwa proses belajar merupakan inti dari keberhasilan akademik mahasiswa di perguruan tinggi. Sayangnya, banyak mahasiswa masih kesulitan dalam mengelola waktu, memilih metode belajar yang tepat, dan menjaga semangat belajar yang konsisten. Kondisi ini kerap menyebabkan pemahaman materi yang rendah, nilai akademik yang tidak memuaskan, hingga stres belajar atau academic burnout.
“Di era digital dengan arus informasi yang sangat cepat, mahasiswa harus mampu menghadapi berbagai distraksi seperti media sosial dan aktivitas non-akademik lainnya. Maka dari itu, dibutuhkan strategi belajar yang aktif, terstruktur, dan disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing individu,” jelasnya.
Beltahmamero memaparkan tiga solusi utama yang ditawarkan dalam pelatihan ini:
- Evaluasi Kemampuan Belajar Mahasiswa
Mahasiswa didorong untuk mengelola waktu secara efektif dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Disarankan untuk menggunakan teknik belajar seperti metode Pomodoro (25 menit belajar, 5 menit istirahat), membuat jadwal belajar mingguan, memanfaatkan aplikasi perencana seperti Google Calendar, serta mengulas kembali materi bersama teman diskusi. - Studi Kasus untuk Melatih Analisis
Latihan melalui studi kasus bertujuan mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan nyata. Hasil dari latihan ini dapat menjadi indikator awal kemampuan analitis mahasiswa, yang berkontribusi terhadap prestasi akademik. - Identifikasi Gaya Belajar Individu
Melalui identifikasi ini, mahasiswa yang telah menunjukkan gaya dan kemampuan belajar yang efektif akan diberi dukungan lebih lanjut untuk mengembangkan potensi mereka, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.
Sementara itu, Fauziah Rahman menambahkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dan menghadirkan beberapa narasumber. Ia menegaskan pentingnya penerapan strategi belajar yang tepat sebagai kunci keberhasilan studi di perguruan tinggi.
Fauziah merangkum beberapa poin penting dari hasil kegiatan, antara lain:
- Pemahaman Gaya Belajar: Mahasiswa perlu mengenali apakah mereka tipe visual, auditori, atau kinestetik agar dapat memilih metode belajar yang paling sesuai.
- Manajemen Waktu: Penyusunan jadwal belajar, penggunaan daftar tugas (to-do list), serta menghindari kebiasaan menunda sangat berpengaruh dalam mendukung efektivitas belajar.
- Teknik Belajar Efektif: Penerapan metode seperti active recall, spaced repetition, mind mapping, dan diskusi kelompok terbukti mampu memperdalam pemahaman materi.
- Lingkungan Belajar yang Kondusif: Ruang belajar yang nyaman, minim gangguan, serta dukungan sosial dari teman dan keluarga turut meningkatkan produktivitas.
- Keseimbangan Akademik dan Kehidupan Pribadi: Menjaga keseimbangan antara belajar, istirahat, dan kegiatan sosial merupakan faktor penting untuk mempertahankan motivasi dan kesehatan mental.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa GMKI Komisariat UMA dapat mengembangkan kemampuan belajar yang lebih sistematis dan produktif, sehingga mampu meraih prestasi yang lebih optimal dalam perjalanan akademiknya.
