Skip to content
Pusat Layanan Sumber Daya dan Kesejahteraan
PUSLASKA
Call Support 0811-6013-888
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • Beranda
  • Tentang
    • Visi & Misi
    • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Dan Staff
  • Berita
  • Kerjasama
  • Layanan & Informasi
    • Aplikasi Layanan
      • Aplikai UMA
        • Sikuma
        • Direktori Dosen
        • Direktori Tenaga Pendidik
      • Aplikasi Kemdikbud/Dikti
        • Sister
        • PDDIKTI
    • Arsip Digital
      • Dokumen Dosen
      • Dokumen Tendik
      • Artikel
    • Helpdesk
  • id ID
    • en EN
    • id ID

Bagaimana Sel Darah Putih Menghancurkan Bakteri dalam Tubuh Manusia

Home > Artikel > Bagaimana Sel Darah Putih Menghancurkan Bakteri dalam Tubuh Manusia

Bagaimana Sel Darah Putih Menghancurkan Bakteri dalam Tubuh Manusia

Posted on Juli 16, 2026Juli 16, 2026 by ishaq
0

Setiap hari, tubuh manusia terus-menerus terpapar oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Namun, tubuh memiliki sistem pertahanan yang canggih untuk melindungi diri, dengan sel darah putih (leukosit) sebagai garda terdepan. Sel darah putih bekerja melalui mekanisme yang kompleks dan terkoordinasi untuk menemukan, menyerang, dan menghancurkan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Garis Pertahanan Pertama: Imunitas Bawaan

Sistem imun bawaan merupakan pertahanan alami yang sudah ada sejak lahir dan siap merespons penyusup asing dengan segera . Berbeda dengan imunitas adaptif yang memerlukan waktu untuk belajar mengenali patogen tertentu, imunitas bawaan dapat bertindak cepat meskipun dengan cara yang kurang spesifik. Sel darah putih yang berperan dalam imunitas bawaan meliputi monosit, neutrofil, eosinofil, basofil, dan sel pembunuh alami .

Pahlawan Fagosit: Neutrofil dan Makrofag

Dua jenis sel darah putih yang paling utama dalam menghancurkan bakteri adalah neutrofil dan makrofag. Keduanya termasuk dalam kelompok fagosit, yaitu sel yang memiliki kemampuan “memakan” partikel asing seperti bakteri .

Neutrofil: Garda Terdepan

Neutrofil adalah sel darah putih yang paling melimpah dalam aliran darah dan merupakan sel imun pertama yang merespons infeksi bakteri . Ketika terjadi infeksi, neutrofil menerima sinyal kimiawi (kemotaksis) yang memandu mereka meninggalkan aliran darah menuju jaringan yang terinfeksi . Proses ini melibatkan pelepasan histamin oleh sel-sel yang rusak, yang menyebabkan pembuluh darah melebar dan menjadi lebih permeabel sehingga memudahkan neutrofil keluar dari pembuluh darah menuju lokasi infeksi .

Makrofag: Pemakan Besar

Makrofag berkembang dari monosit yang bersirkulasi dalam darah. Ketika infeksi terjadi, monosit memasuki jaringan dan berdiferensiasi menjadi makrofag . Makrofag berukuran lebih besar dan memiliki kemampuan fagositosis yang sangat kuat—satu makrofag dapat memfagosit hingga 100 bakteri . Selain memakan bakteri, makrofag juga membersihkan jaringan mati dan memulai proses perbaikan jaringan .

Mekanisme Fagositosis: Proses Memakan Bakteri

Proses fagositosis terjadi melalui beberapa tahapan yang terkoordinasi dengan baik :

1. Pengenalan dan Pelekatan (Adherence)

Sebelum bakteri dapat dimakan, bakteri harus dikenali dan dilabeli terlebih dahulu. Proses ini disebut opsonisasi, di mana bakteri dilapisi oleh antibodi atau protein komplemen yang memudahkan pengenalan oleh fagosit . Reseptor pada permukaan fagosit, seperti reseptor Fc untuk antibodi dan reseptor komplemen, akan mengikat bakteri yang telah diopsonisasi .

2. Penelanan (Ingestion)

Setelah melekat, fagosit mengeluarkan penonjolan membran plasma yang disebut pseudopodia untuk menyelubungi bakteri . Pseudopodia ini akan bertemu dan menyatu, membentuk kantong tertutup yang disebut fagosom yang berisi bakteri di dalamnya . Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sel darah putih menggunakan kekuatan fisik yang luar biasa untuk menarik bakteri yang menempel pada jaringan sebelum menelannya .

3. Pencernaan dan Pembunuhan (Digestion and Killing)

Fagosom kemudian bergabung dengan organel di dalam sel yang disebut lisosom, membentuk struktur yang disebut fagolisosom . Di dalam fagolisosom inilah bakteri dihancurkan melalui beberapa mekanisme:

a. Serangan Oksidatif (Oxidative Burst)
Fagosit menghasilkan senyawa oksigen reaktif (ROS) yang sangat toksik bagi bakteri. Enzim NADPH oksidase memproduksi superoksida (O₂⁻), yang kemudian diubah menjadi hidrogen peroksida (H₂O₂) dan akhirnya menjadi asam hipoklorit (HOCl)—senyawa yang sama dengan pemutih rumah tangga—yang sangat efektif membunuh bakteri .

b. Pelepasan Enzim Antimikroba (Degranulasi)
Granula-granula dalam fagosit melepaskan berbagai enzim dan protein antimikroba, termasuk:

  • Lisozim: merusak dinding sel bakteri 

  • Defensin: peptida antimikroba yang merusak membran bakteri 

  • Elastase: mendegradasi protein bakteri 

  • Mieloperoksidase: menghasilkan spesies oksigen reaktif 

c. Lingkungan Asam
Keasaman dalam fagolisosom juga membantu membunuh bakteri dan mengaktifkan enzim-enzim hidrolitik .

Strategi Pembunuhan Lainnya

Selain fagositosis, neutrofil memiliki mekanisme pembunuhan bakteri lainnya. Neutrofil dapat membentuk Neutrophil Extracellular Traps (NETs), yaitu jaring-jaring yang terbuat dari DNA, histon, dan protein antimikroba yang dikeluarkan oleh neutrofil untuk menjebak dan membunuh bakteri di luar sel . Ini merupakan strategi yang efektif untuk mencegah penyebaran bakteri.

Peran Sistem Komplemen dan Antibodi

Sistem komplemen, sekelompok protein dalam darah, memiliki peran penting dalam membantu sel darah putih menghancurkan bakteri. Protein komplemen dapat:

  • Menempel pada bakteri sehingga memudahkan fagosit untuk mengenali dan menelannya 

  • Membunuh bakteri secara langsung dengan membentuk kompleks serangan membran 

  • Menarik makrofag dan neutrofil ke lokasi infeksi 

Imunitas Adaptif: Pertahanan Spesifik

Jika imunitas bawaan tidak cukup untuk mengeliminasi infeksi, sistem imun adaptif akan diaktifkan. Limfosit T dan B berperan dalam pertahanan yang lebih spesifik ini. Limfosit T CD8+ (sel T sitotoksik) dapat menghancurkan sel-sel yang terinfeksi bakteri intraseluler, sementara limfosit B menghasilkan antibodi yang spesifik untuk jenis bakteri tertentu .

Kesimpulan

Sel darah putih menghancurkan bakteri melalui serangkaian mekanisme yang terkoordinasi dengan sangat baik. Mulai dari pengenalan dan penelanan (fagositosis), hingga pembunuhan melalui berbagai senjata kimiawi seperti spesies oksigen reaktif, enzim antimikroba, dan lingkungan asam. Neutrofil bertindak sebagai respons cepat, sementara makrofag berfungsi sebagai pemakan yang efisien dan pembersih jaringan. Dengan dukungan sistem komplemen dan imunitas adaptif, tubuh manusia memiliki pertahanan berlapis yang luar biasa efektif untuk melawan infeksi bakteri.

INSTAGRAM

puslaska_uma

#PRSU50MEDAN Universitas Medan Area turut memeriah #PRSU50MEDAN
Universitas Medan Area turut memeriahkan Pekan Raya Sumatra Utara ke - 50 Tahun 2026, UMA membuka stand Informasi PMB agar lebih dekat ke masyarakat.
Yuk kunjungi! Stand PMB UMA 2026 di Gedung Serbaguna PRSU Medan.
#ALUMNISUKSES Kata Sambutan Dari Alumni UMA Sukses #ALUMNISUKSES
Kata Sambutan Dari Alumni UMA Sukses yang Menjadi Walikota Binjai, Drs. H. Amir Hamzah, M.AP.
Pada Wisuda Sarjana, Magister & Doktor UMA Periode I Tahun 2026
PUSLASKA UMA mengucapkan "Selamat Tahun Baru Isl PUSLASKA UMA mengucapkan 

"Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah"

Semoga tahun baru ini menjadi awal yang penuh keberkahan, kedamaian dan kebaikan untuk kita semua.

Informasi Lengkap Kunjungi :
➖➖➖➖➖➖➖➖
https://puslaska.uma.ac.id/
➖➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811-6013-888
.
#umabestari #universitasmedanarea #ptssehat #ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan kampusmedan kampusfavorite kampusterbaik umasehat umabestari universitasmedanarea ptssehat tekniksipil teknikelektro teknikmesin arsitektur teknikindustri teknikinformatika manajemen akuntansi psikologi hukum ilmukomunikasi administrasipublik studikepemerintahan agroteknologi agribisnis biologi pascasarjana ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan
#PRESTASIDOSENUMA Selamat & Sukses Kepada 23 Dosen #PRESTASIDOSENUMA
Selamat & Sukses Kepada 23 Dosen Universitas Medan Area atas Penandatanganan Kontrak Program Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat DPPM KEMDIKTISAINTEK Tahun Anggaran 2026
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara KampusUnggul
Follow on Instagram

ALAMAT


Berita Lainnya

  • Bagaimana Sel Darah Putih Menghancurkan Bakteri dalam Tubuh Manusia
  • Kebijakan Mencetak Uang dan Menghindari Inflasi
  • Mengatasi Masalah Tanah Licin Saat Hujan
  • Memperkuat Tanah Untuk Jalan Raya Jangka Panjang
  • Dampak Luka Sayatan yang Terkena Nanah Akibat Infeksi

Kategori

  • Artikel
  • Berita
  • KERJASAMA
  • PENGUMUMAN
  • Slider
  • Uncategorized
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168, Call Center : 0811-6013-888
Email : [email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994. Call Center : 0811-6013-888
Email: [email protected]
©PUSLASKA 2026- Universitas Medan Area