Skip to content
Pusat Layanan Sumber Daya dan Kesejahteraan
PUSLASKA
Call Support 0811-6013-888
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • Beranda
  • Tentang
    • Visi & Misi
    • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Dan Staff
  • Berita
  • Kerjasama
  • Layanan & Informasi
    • Aplikasi Layanan
      • Aplikai UMA
        • Sikuma
        • Direktori Dosen
        • Direktori Tenaga Pendidik
      • Aplikasi Kemdikbud/Dikti
        • Sister
        • PDDIKTI
    • Arsip Digital
      • Dokumen Dosen
      • Dokumen Tendik
      • Artikel
    • Helpdesk
  • id ID
    • en EN
    • id ID

Analisis Penyebab Turunnya Voltase Tegangan Listrik dari Trafo ke Perumahan Masyarakat

Home > Artikel > Analisis Penyebab Turunnya Voltase Tegangan Listrik dari Trafo ke Perumahan Masyarakat

Analisis Penyebab Turunnya Voltase Tegangan Listrik dari Trafo ke Perumahan Masyarakat

Posted on Juni 10, 2026Juni 10, 2026 by ishaq
0

Kestabilan tegangan listrik merupakan indikator utama kualitas pelayanan tenaga listrik kepada masyarakat. Berdasarkan standar PLN (SPLN No. 1 Tahun 1995 dan SPLN No. 72 Tahun 1987), batas toleransi tegangan yang diperbolehkan adalah +5% dan -10% dari tegangan nominal 220 Volt, atau antara 198 Volt hingga 231 Volt. Ketika tegangan turun di bawah 198 Volt, kondisi ini disebut drop tegangan (voltage drop) dan dapat mengganggu kinerja peralatan elektronik rumah tangga, bahkan menyebabkan kerusakan jika terjadi secara terus-menerus.

Fenomena turunnya voltase dari trafo distribusi ke perumahan merupakan masalah kompleks yang melibatkan berbagai faktor teknis, baik dari sisi jaringan distribusi maupun internal instalasi pelanggan. Artikel ini akan menguraikan secara komprehensif penyebab-penyebab utama terjadinya penurunan tegangan tersebut.

1. Beban Berlebih pada Trafo Distribusi (Overload)

Kapasitas Trafo Tidak Mencukupi

Trafo distribusi memiliki kapasitas maksimum dalam menyalurkan daya listrik. Ketika total beban yang terhubung melebihi kapasitas trafo, tegangan keluaran akan menurun secara signifikan. Berdasarkan studi kasus di Jalan Sawah Besar, sebuah trafo 1 fasa 50 kVA ternyata dibebani hingga 76 kVA (152% dari kapasitas), yang mengakibatkan tegangan di ujung jaringan hanya mencapai 166 Volt pada siang hari.

Kondisi serupa ditemukan pada Transformator GA0032 yang terbebani sebesar 91,74%, jauh melampaui efisiensi beban maksimal yang direkomendasikan sebesar 80%. Akibatnya, tegangan ujung pada fasa R berada di bawah ketentuan minimum 204V.

Dampak Overload pada Kualitas Tegangan

Pembebanan yang melebihi kapasitas trafo tidak hanya menyebabkan drop tegangan, tetapi juga:

  • Memperpendek umur trafo akibat panas berlebih

  • Menurunkan kualitas mutu pelayanan dari trafo tersebut

  • Jika tegangan turun di bawah 180 Volt, dampaknya akan sangat terasa pada peralatan listrik pelanggan

2. Jarak Jaringan yang Terlalu Jauh

Hubungan Linear Jarak dengan Drop Tegangan

Tegangan jatuh pada saluran listrik secara umum berbanding lurus dengan panjang saluran. Semakin panjang jaringan tegangan rendah (JTR) dari trafo ke pelanggan, semakin besar penurunan tegangan yang terjadi.

Studi kasus di PT. PLN Rayon Semarang Selatan menunjukkan bahwa tarikan sambungan rumah yang berderet hingga 34 rumah dengan panjang melebihi 100 meter menyebabkan tegangan di konsumen akhir turun di bawah 198 Volt.

Jarak Jauh Menyebabkan Resistansi Tinggi

Penurunan tegangan terjadi karena adanya hambatan (resistansi) pada penghantar. Ketika jarak trafo ke beban terlalu jauh, tegangan jatuh yang terjadi menjadi besar sehingga tegangan pada konsumen turun drastis. Solusi yang umum diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah penyisipan trafo distribusi baru (trafo sisipan) di titik yang lebih dekat dengan konsumen.

Penelitian di Kota Palembang menunjukkan bahwa penambahan trafo sisipan 250 kVA di tiang ujung berhasil menurunkan drop tegangan dari 14% menjadi hanya 4%, sesuai dengan standar PLN.

3. Penampang Penghantar (Kabel) Terlalu Kecil

Pengaruh Diameter Kabel terhadap Tegangan

Besarnya drop tegangan berbanding terbalik dengan luas penampang penghantar. Kabel dengan diameter kecil memiliki resistansi yang lebih besar, sehingga menyebabkan kerugian tegangan yang lebih tinggi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi drop tegangan terkait saluran meliputi:

  1. Tahanan saluran (resistansi penghantar)

  2. Arus saluran (semakin besar arus, semakin besar drop)

  3. Impedansi (kombinasi resistansi dan reaktansi)

  4. Panjang saluran

  5. Diameter saluran

Pada Penyulang PTI-7 di wilayah PT. PLN UPJ Juwana, masih terdapat jaringan yang menggunakan penghantar AAAC 70mm² dengan panjang mencapai 66,15 km, yang menjadi penyebab seringnya komplain dari pelanggan.

4. Ketidakseimbangan Beban Antar Fasa

Dampak Distribusi Beban Tidak Merata

Sistem distribusi tegangan rendah (380/220V) bersifat tiga fasa, namun sebagian besar pelanggan rumah tangga menggunakan listrik satu fasa. Jika penyambungan pelanggan tidak memperhatikan keseimbangan beban di masing-masing fasa, maka sistem akan mengalami ketidakseimbangan pembebanan.

Akibat dari sistem distribusi yang tidak seimbang meliputi:

  • Kinerja trafo menurun

  • Panas berlebih pada fasa yang kelebihan beban

  • Arus mengalir pada kawat netral (yang seharusnya mendekati nol)

  • Drop tegangan lebih besar pada fasa dengan beban tinggi

5. Sambungan Rumah Tidak Standar dan Percabangan Berlebihan

Dampak Instalasi yang Tidak Sesuai Spesifikasi

Sambungan rumah (SR) yang tidak sesuai standar SPLN menjadi salah satu penyebab utama drop tegangan di tingkat konsumen. Percabangan kabel sambungan yang tidak teratur menyebabkan drop tegangan semakin besar dan berbanding lurus dengan panjang kabel penghantar.

Penelitian di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara menunjukkan bahwa drop tegangan melebihi standar hingga 13,64% akibat banyaknya percabangan kabel sambungan yang tidak sesuai SPLN.

Rekomendasi Perbaikan

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan:

  • Perbaikan setiap sambungan yang tidak standar

  • Penambahan jaringan baru agar saluran kabel dapat disambung paralel

  • Pemasangan sambungan rumah sesuai standar konstruksi yang telah ditetapkan

6. Gangguan pada Jaringan Akibat Cuaca Ekstrem

Faktor Eksternal yang Tidak Terduga

Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang dan petir dapat menyebabkan tegangan listrik menjadi rendah bahkan padam total. Di Kota Tanjungpinang, warga melaporkan tegangan yang seharusnya 220 volt turun hingga 140 volt saat cuaca buruk, mengakibatkan kerusakan beberapa peralatan elektronik.

Jenis Gangguan Akibat Cuaca

Cuaca buruk dapat merusak infrastruktur listrik melalui:

  • Pohon tumbang yang menimpa saluran distribusi

  • Kabel listrik putus akibat tertiup angin kencang

  • Tiang listrik tumbang yang mengganggu aliran listrik

  • Korsleting akibat percikan api dari petir atau percabangan pohon

7. Isolasi Kabel Rusak dan Kebocoran Arus

Kerusakan Isolasi Menyebabkan Drop Tegangan

Kualitas kabel dan instalasi kelistrikan sangat berpengaruh pada keamanan dan stabilitas tegangan. Apabila terdapat kabel dengan isolasi yang rusak atau longgar, dapat terjadi kebocoran arus listrik yang menyebabkan listrik turun (jepret).

Spesialis Keselamatan Listrik dari Politeknik Negeri Jakarta, A Damar Aji, menjelaskan bahwa kebocoran arus akibat isolasi longgar dapat memicu listrik sering turun. Jika terjadi berulang kali dalam waktu sejam, perlu segera menghubungi tenaga ahli untuk pengecekan dan perbaikan.

8. Faktor Internal dari Sisi Pelanggan

Penggunaan Daya Melebihi Kapasitas Terpasang

Dari sisi internal rumah tangga, listrik turun dapat disebabkan oleh penggunaan daya yang melebihi kapasitas listrik terpasang. Misalnya, jika rumah memiliki daya terpasang 900 VA namun pemilik menyalakan AC, setrika, pompa air, dan dispenser secara bersamaan, maka MCB akan turun (jepret).

Solusi dari Sisi Pelanggan

  • Mengurangi pemakaian listrik atau menggunakan perangkat elektronik secara bergantian

  • Menambah daya listrik (upgrade watt) agar kapasitas listrik lebih besar

  • Memastikan instalasi internal rumah sesuai standar

Rangkuman dan Solusi

Berikut adalah tabel rangkuman penyebab drop tegangan beserta solusi yang dapat diterapkan:

Penyebab Utama Dampak Solusi
Beban trafo berlebih (overload) Tegangan turun di bawah 198V, trafo cepat rusak Penambahan trafo baru, redistribusi beban
Jarak jaringan terlalu jauh Drop tegangan besar di ujung jaringan Penyisipan trafo sisipan, perpendek JTR
Penampang kabel terlalu kecil Resistansi tinggi, rugi tegangan besar Penggantian kabel dengan diameter lebih besar
Ketidakseimbangan beban fasa Panas berlebih, drop pada fasa tertentu Penyeimbangan beban antar fasa
Sambungan rumah tidak standar Drop melebihi 10% Perbaikan sambungan sesuai SPLN
Cuaca ekstrem Gangguan fisik jaringan Pemangkasan pohon, penguatan infrastruktur
Isolasi kabel rusak Kebocoran arus, listrik sering jepret Perbaikan instalasi oleh tenaga ahli
Beban internal berlebih MCB turun, listrik padam sementara Penambahan daya, penggunaan bergantian

INSTAGRAM

puslaska_uma

#HALLKAMPUSUMA Informasi Hall UMA : - 0812-6354-16 #HALLKAMPUSUMA
Informasi Hall UMA :
- 0812-6354-160
- 0852-9777-8634
.

Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara w @download_repost_pro
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Tahun 2026, sesuai PERMENDIKTISAINTEK NO. 39/M/KEP/2026.

Acara ini berlangsung di Conference Room Prof. Dr. H. A. Ya'kub Matondang M.A Gedung Biro Rektor Lt. 3 pada tanggal 12 Mei 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Medan Area - Bapak Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc. beserta Para Wakil Rektor; Ka. BARAKA - Bapak Sulhana Perdana Putra Lubis, SE. Hadir pula Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara - Bapak Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D. Dan sebagai pemateri pada kegiatan ini, Ibu Vina Winda Sari, S.E., M.Ak. selaku Analis SDM Aparatur Ahli Muda LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara beserta tim dan jajarannya.

Informasi Lengkap Kunjungi :
➖➖➖➖➖➖➖➖
https://puslaska.uma.ac.id/
➖➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811-6013-888
.
#umabestari #universitasmedanarea #ptssehat #ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan kampusmedan kampusfavorite kampusterbaik umasehat umabestari universitasmedanarea ptssehat tekniksipil teknikelektro teknikmesin arsitektur teknikindustri teknikinformatika manajemen akuntansi psikologi hukum ilmukomunikasi administrasipublik studikepemerintahan agroteknologi agribisnis biologi pascasarjana ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan
#UNSDSNUMA UMA officially a member of UN Sustainab #UNSDSNUMA
UMA officially a member of UN Sustainable Development Solutions Network (SDSN) dan bergabung dgn 2100 universitas di dunia.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara KampusUnggul
#RANGKING Alhamdulillah Universitas Medan Area mer #RANGKING
Alhamdulillah Universitas Medan Area meraih peringkat # 1 PTS pada Webometrics Rangking of Universities Januari 2026.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara KampusUnggul
Follow on Instagram

ALAMAT


Berita Lainnya

  • Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga
  • Manfaar Kolestrol pada Tubuh Manusia
  • Protein atau Karbohidrat Dahulu Untuk Memulai Harimu
  • Idealnya Jam Tidur Bagi Tubuh Agar Produktif
  • Tidur Nyenyak, Kerja Produktif

Kategori

  • Artikel
  • Berita
  • KERJASAMA
  • PENGUMUMAN
  • Slider
  • Uncategorized
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168, Call Center : 0811-6013-888
Email : [email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994. Call Center : 0811-6013-888
Email: [email protected]
©PUSLASKA 2026- Universitas Medan Area