Skip to content
Pusat Layanan Sumber Daya dan Kesejahteraan
PUSLASKA
Call Support 0811-6013-888
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • Beranda
  • Tentang
    • Visi & Misi
    • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Dan Staff
  • Berita
  • Kerjasama
  • Layanan & Informasi
    • Aplikasi Layanan
      • Aplikai UMA
        • Sikuma
        • Direktori Dosen
        • Direktori Tenaga Pendidik
      • Aplikasi Kemdikbud/Dikti
        • Sister
        • PDDIKTI
    • Arsip Digital
      • Dokumen Dosen
      • Dokumen Tendik
      • Artikel
    • Helpdesk
  • id ID
    • en EN
    • id ID

Mengenal Penyebab Down Syndrome pada Anak

Home > Artikel > Mengenal Penyebab Down Syndrome pada Anak

Mengenal Penyebab Down Syndrome pada Anak

Posted on April 16, 2026April 16, 2026 by ishaq
0

Down syndrome adalah kondisi genetik yang terjadi sejak masa pembuahan dan mempengaruhi perkembangan fisik serta kecerdasan anak. Banyak mitos yang beredar di masyarakat bahwa Down syndrome disebabkan oleh kesalahan orang tua selama kehamilan, seperti jatuh atau makan makanan tertentu. Faktanya, penyebab utama kondisi ini murni berasal dari faktor genetik dan kromosom.

Apa Itu Down Syndrome?

Secara sederhana, tubuh manusia normal memiliki 46 kromosom (23 pasang) di setiap sel. Kromosom ini membawa materi genetik (DNA) yang menentukan segala sesuatu tentang diri seseorang, mulai dari warna rambut hingga cara kerja organ tubuh.

Anak dengan Down syndrome memiliki kelebihan satu salinan kromosom pada pasangan ke-21. Alih-alih memiliki dua kromosom (seperti normalnya), mereka memiliki tiga kromosom pada nomor 21. Karena itu, kondisi ini juga dikenal sebagai Trisomi 21.

Penyebab Utama: Kelebihan Kromosom 21

Kelebihan kromosom 21 ini terjadi karena kesalahan pembelahan sel pada saat pembentukan sel telur ibu, sel sperma ayah, atau pada tahap awal pembelahan zigot (embrio). Kesalahan ini disebut nondisjunction.

Berikut penjelasan lebih rincinya:

1. Nondisjunction (Trisomi 21 Reguler) – 95% Kasus

Ini adalah jenis yang paling umum. Biasanya, ketika sel telur dan sel sperma terbentuk, pasangan kromosom akan memisahkan diri (disjunction) sehingga setiap sel hanya mendapat satu salinan. Pada nondisjunction, kromosom gagal memisah, sehingga sel telur atau sperma membawa dua salinan kromosom 21. Ketika dibuahi, zigot akhirnya memiliki tiga salinan kromosom 21.

  • Sumber kesalahan: Sekitar 90% berasal dari sel telur ibu, terutama pada ibu yang hamil di usia di atas 35 tahun. Namun, bisa juga berasal dari sperma ayah.

  • Ciri: Semua sel tubuh anak memiliki kelebihan kromosom 21.

2. Translokasi – 3-4% Kasus

Pada jenis ini, kelebihan kromosom 21 tidak berdiri sendiri, melainkan menempel (menyatu) dengan kromosom lain, biasanya kromosom 14 atau 22. Jumlah total kromosom mungkin tetap 46, tetapi ada materi ekstra dari kromosom 21 yang menempel di kromosom lain.

  • Penyebab: Bisa terjadi secara spontan, atau diturunkan dari orang tua yang merupakan carrier (pembawa sifat) tanpa menunjukkan gejala Down syndrome.

  • Ciri: Perlu dilakukan pemeriksaan kromosom pada orang tua untuk mengetahui risiko kehamilan berikutnya.

3. Mosaik – 1-2% Kasus

Jenis ini paling jarang. Terjadi karena kesalahan pembelahan sel setelah pembuahan (saat embrio mulai berkembang). Akibatnya, hanya sebagian sel tubuh anak yang memiliki tiga kromosom 21, sementara sel lainnya normal.

  • Ciri: Gejala Down syndrome pada anak tipe mosaik biasanya lebih ringan dibandingkan tipe reguler, tergantung seberapa banyak sel yang terpengaruh.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan

Meskipun penyebab pastinya tidak bisa dicegah, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya nondisjunction:

  1. Usia Ibu saat Hamil: Faktor paling signifikan. Risiko melonjak tajam pada ibu berusia 35 tahun ke atas. Pada usia 20 tahun, risikonya sekitar 1:1500 kelahiran. Pada usia 45 tahun, risikonya menjadi 1:30 kelahiran. Ini karena sel telur yang lebih tua memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kesalahan pembelahan.

  2. Pernah memiliki anak dengan Down syndrome: Risiko terulang kembali lebih tinggi, terutama jika disebabkan oleh translokasi.

  3. Faktor keturunan (khusus translokasi): Jika orang tua adalah pembawa translokasi seimbang, risikonya sangat tinggi pada kehamilan berikutnya.

Mitos yang Perlu Diluruskan

Masyarakat perlu memahami bahwa Down syndrome TIDAK disebabkan oleh:

  • Peristiwa jatuh atau trauma saat hamil.

  • Makanan atau minuman tertentu selama kehamilan.

  • Stres atau pikiran buruk ibu.

  • Pengaruh rokok atau alkohol (meskipun zat ini berbahaya untuk kehamilan secara umum, bukan penyebab langsung trisomi 21).

Kesimpulan

Down syndrome adalah kejadian genetik acak yang umumnya tidak diturunkan dan tidak dapat dicegah. Penyebab utamanya adalah kelebihan kromosom 21 akibat kegagalan pemisahan kromosom (nondisjunction) saat pembentukan sel telur atau sperma. Faktor risiko terbesar adalah usia ibu yang lanjut saat hamil, tetapi perlu diingat bahwa sebagian besar anak dengan Down syndrome lahir dari ibu yang berusia di bawah 35 tahun.

Pemahaman yang benar tentang penyebab Down syndrome penting untuk menghilangkan stigma dan kesalahan yang sering membebani orang tua. Dukungan medis, terapi, dan pendidikan yang tepat dapat membantu anak dengan Down syndrome tumbuh berkembang secara optimal.

INSTAGRAM

puslaska_uma

#HALLKAMPUSUMA Informasi Hall UMA : - 0812-6354-16 #HALLKAMPUSUMA
Informasi Hall UMA :
- 0812-6354-160
- 0852-9777-8634
.

Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara w @download_repost_pro
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Tahun 2026, sesuai PERMENDIKTISAINTEK NO. 39/M/KEP/2026.

Acara ini berlangsung di Conference Room Prof. Dr. H. A. Ya'kub Matondang M.A Gedung Biro Rektor Lt. 3 pada tanggal 12 Mei 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Medan Area - Bapak Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc. beserta Para Wakil Rektor; Ka. BARAKA - Bapak Sulhana Perdana Putra Lubis, SE. Hadir pula Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara - Bapak Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D. Dan sebagai pemateri pada kegiatan ini, Ibu Vina Winda Sari, S.E., M.Ak. selaku Analis SDM Aparatur Ahli Muda LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara beserta tim dan jajarannya.

Informasi Lengkap Kunjungi :
➖➖➖➖➖➖➖➖
https://puslaska.uma.ac.id/
➖➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811-6013-888
.
#umabestari #universitasmedanarea #ptssehat #ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan kampusmedan kampusfavorite kampusterbaik umasehat umabestari universitasmedanarea ptssehat tekniksipil teknikelektro teknikmesin arsitektur teknikindustri teknikinformatika manajemen akuntansi psikologi hukum ilmukomunikasi administrasipublik studikepemerintahan agroteknologi agribisnis biologi pascasarjana ptsterbaik ptsfavorite ptsmedan
#UNSDSNUMA UMA officially a member of UN Sustainab #UNSDSNUMA
UMA officially a member of UN Sustainable Development Solutions Network (SDSN) dan bergabung dgn 2100 universitas di dunia.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara KampusUnggul
#RANGKING Alhamdulillah Universitas Medan Area mer #RANGKING
Alhamdulillah Universitas Medan Area meraih peringkat # 1 PTS pada Webometrics Rangking of Universities Januari 2026.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara KampusUnggul
Follow on Instagram

ALAMAT


Berita Lainnya

  • Penghematan Dalam Menggunakan Biosolar 50 pada Kendaraan Niaga
  • Keuntungan Menggunakan Tegangan 220 Volt pada Efisiensi Kabel Distribusi
  • Analisis Tegangan Listrik Ideal untuk Rumah Tangga: 220V vs Di Bawah 220V
  • Panduan Memilih yang Tepat Stabilizer Listrik Rumah Tangga
  • Seberapa Besar Hambatan Angin pada Kabel Listrik yang Membentang Antara Tiang pada Jalan Raya

Kategori

  • Artikel
  • Berita
  • KERJASAMA
  • PENGUMUMAN
  • Slider
  • Uncategorized
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168, Call Center : 0811-6013-888
Email : [email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994. Call Center : 0811-6013-888
Email: [email protected]
©PUSLASKA 2026- Universitas Medan Area